Selamat Datang dan Selamat bergabung

Selamat datang di blog Baptist GOLDEN BOULEVARD BSD City.
Kami berharap kita dapat menggunakan blog ini sebagai sarana informasi dan komunikasi. Kami mempersilahkan anda setelah melihat semua informasi yang ada, anda dapat berkeputusan untuk hadir dan bergabung dalam persekutuan dan pelayanan kami di Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City.
Biarlah segala kemuliaan dan hormat hanya tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus, kepala Gereja kita!

Kamis, Mei 03, 2018

Ibadah Harian

Kamis, 3 Mei 2018
Pukul 05:00 - 08:00
Ibadah Pagi


Pengantar Ibadah

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mazmur 100:3)


Waktu Teduh

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).


Pujian kepada Tuhan

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.


Bacaan Alkitab

23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" (1Korintus 11:23-25)


Pengantar untuk Renungan

Di dalam ibadah yang benar Tuhanlah yang harus menjadi pusat dari ibadah itu, dan bukan hal yang lain. Tidak jarang di dalam ibadah bukan Tuhanlah yang menjadi pusat, sebab bukan Dia yang diutamakan atau diingat orang. Apabila yang diutamakan dan diingat adalah berkat-berkat Tuhan maka berarti berkat itulah yang menjadi pusat dari ibadah tersebut dan bukan Tuhan. Apabila yang diutamakan di dalam ibadah adalah siapa yang memimpin pujian atau berkhotbah maka berarti sang pemimpin pujian atau pengkhotbah itulah yang menjadi pusat ibadah. Hanya apabila Tuhan yang diutamakan dan diingat orang barulah ibadah itu merupakan suatu ibadah yang benar, karena Tuhanlah yang menjadi pusatnya.

Paulus mengemukakan tentang ibadah yang benar ini di dalam 1Korintus 11. Ia menjelaskan bahwa di dalam melakukan ibadah orang tidak mengutamakan kepentingan dirinya sendiri, namun mengutamakan Tuhan. Itu sebabnya ia menyebut bahwa perjamuan Tuhan atau Perjamuan Kudus haruslah dilakukan sebagai peringatan akan Yesus. Artinya di dalam ibadah tersebut Tuhan Yesuslah yang harus diingat dan Dia yang diutamakan dan bukan yang lain. Di dalamnya kita bersyukur kepada Tuhan untuk kasih dan pengorbanan-Nya. Hanya dengan demikian barulah ibadah itu akan merupakan ibadah yang berkenan kepada Tuhan.


Pertanyaan untuk Direnungkan

Siapakah atau apakah yang menjadi pusat di dalam ibadah yang Anda lakukan? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?


Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

Tuhan, aku menyadari bahwa acapkali di dalam beribadah aku menempatkan keinginanku sebagai pusat perhatianku. Sehingga aku memenuhi pikiranku dengan apa yang aku inginkan, dan bukan dengan ingatan akan kebaikan dan kasih-Mu. Aku mengutamakan berkat-berkat-Mu lebih dari Engkau, Sang Sumber dari berkat itu. Tuhan, ampunilah diriku bila tanpa sadar aku telah menjadikan keinginan-keinginanku dan berkat-berkat-Mu sebagai berhala di dalam hidupku. Tolonglah diriku untuk menempatkan Engkau sebagai pusat dari hidupku dan di dalam ibadah.

Tuhan Yesus, aku memohon penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Penuhilah hidupku dengan kasih-Mu. Ajarlah aku untuk mengasihi orang-orang yang ada di sekitarku apapun keadaan dan latar belakang mereka. Mampukan aku untuk melepaskan pengampunan bagi mereka yang bersalah kepadaku. Tambahkan imanku pada-Mu sehingga aku dapat mengalami kasih-Mu yang besar. Jangan biarkan aku hanya melihat pada keterbatasanku, tetapi melihat betapa besarnya kasih-Mu kepadaku. Sertailah dan berkatilah apapun yang aku kerjakan sepanjang hari ini, dan pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang lain. Di dalam nama Yesus aku telah berdoa, amin.


Waktu Teduh

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).


Leksionari untuk Hari Ini

1Korintus 11
Mazmur 122
1Samuel 10-11

Tidak ada komentar:

Asas Kepercayaan Kami

Asas kepercayaan yang berikut merupakan dasar teologia kehidupan dan pelayanan Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City:

1. Alkitab adalah Firman Allah yang telah diilhamkan kepada manusia dan menjadi satu-satunya pedoman iman, moral, dan rohani untuk seluruh warga Gereja.

2. Allah yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi adalah Esa dan Tritunggal, yaitu: Bapa, Anak, Roh Kudus.

3. Allah Anak, adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia seutuhnya, yaitu Yesus Kristus. Ia adalah satu-satunya Juru Selamat manusia. Dengan perantaraan-Nya manusia dapat langsung datang kepada Allah.

4. Allah Roh Kudus adalah Allah. Ia memanggil orang untuk percaya, mendiami, membaptiskan, memeteraikan, memberi karunia rohani, memenuhi, dan memperlengkapi setiap orang percaya untuk melanjutkan pelayanan Kristus melalui jemaat-Nya.

5. Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk bersekutu dengan Allah tetapi telah mendurhakai Allah dan jatuh ke dalam dosa.

6. Keselamatan adalah karya Allah yang dilakukan-Nya untuk manusia. Keselamatan itu hanya diperoleh melalui pertobatan dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, atas dasar anugerah Allah.

7. Gereja setempat adalah persekutuan orang-orang percaya yang telah dibaptiskan untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus. Gereja universal terdiri atas semua orang yang telah bertobat serta mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City bersifat otonom dan berpemerintahan kongregasional, namun terikat dengan gereja-gereja Baptis Indonesia lainnya di Indonesia. Bentuk ikatan tersebut sebagai anggota dari keluarga besar Gabungan Gereja Baptis Indonesia.

8. Upacara Agung Gereja hanya ada dua macam, yaitu: Baptisan secara selam, dan Perjamuan Tuhan. Kedua upacara tersebut merupakan gambaran simbolis yang penuh dengan makna rohani.

9. Gereja dan Negara berkedudukan dan bertugas sendiri-sendiri, tetapi keduanya bekerja sama dengan selaras dan seimbang dalam membentuk manusia seutuhnya.

10. Pada hari akhir zaman Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali.