Selamat Datang dan Selamat bergabung

Selamat datang di blog Baptist GOLDEN BOULEVARD BSD City.
Kami berharap kita dapat menggunakan blog ini sebagai sarana informasi dan komunikasi. Kami mempersilahkan anda setelah melihat semua informasi yang ada, anda dapat berkeputusan untuk hadir dan bergabung dalam persekutuan dan pelayanan kami di Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City.
Biarlah segala kemuliaan dan hormat hanya tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus, kepala Gereja kita!

Selasa, Mei 01, 2018

Ibadah Harian

Selasa, 1 Mei 2018
Pukul 05:00 - 08:00
Ibadah Pagi


Pengantar Ibadah

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:6-9)


Waktu Teduh

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).


Pujian kepada Tuhan

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.


Bacaan Alkitab

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. (1 Korintus 9:19)


Pengantar untuk Renungan

Kebebasan yang sehat adalah kebebasan yang terkendali dan bukan kebablasan. Adakalanya orang beranggapan bahwa kebebasan yang sejati adalah kebebasan yang sebebas-bebasnya. Suatu pandangan yang nampaknya tepat namun sebenarnya keliru. Sebab kalau atas alasan kebebasan yang sebebas-bebasnya maka orang mengemudikan mobil tanpa mempedulikan atau menaati rambu-rambu lalu lintas maka ia akan mengakibatkan masalah bagi pengguna jalan lainnya. Jelas bahwa kebebasan yang kebablasan seperti itu merupakan cerminan dari sikap egois dan bukanlah kebebasan yang sejati. Kebebasan yang sehat adalah kebebasan yang dikendalikan hati nurani yang sehat, yaitu sikap tidak egois dan keinginan untuk hidup menjadi berkat bagi orang lain.

Kebebasan yang sehat inilah yang diamalkan oleh rasul Paulus seperti yang ia tulis di dalam 1Korintus 9. Ia menjelaskan bahwa dirinya bebas terhadap semua orang. Dalam hal ini yaitu bahwa sesungguhnya ia boleh saja hidup menurut budayanya sebagai seorang Yahudi. Namun demi memenangkan sebanyak-banyaknya orang bagi Kristus maka ia rela mengendalikan kebebasannya, dan menjadi hamba semua orang, yaitu dengan menyesuaikan diri dengan budaya orang-orang yang ia layani. Sikap tidak mementingkan diri sendiri dan keinginan untuk hidup menjadi berkat bagi orang lain ini mencerminkan sikap hatinya. Hati nurani yang sehat inilah yang mengendalikan Paulus di dalam mengamalkan kebebasannya, sehingga dengan demikian kebebasan dirinya merupakan kebebasan yang sehat.


Pertanyaan untuk Direnungkan

Sudahkah kebebasan Anda dikendalikan oleh hati nurani yang sehat? Apakah bukti dari jawaban Anda?

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

Tuhan, aku berterima kasih karena Engkau telah menyertai diriku dalam melewati empat bulan pertama dari tahun yang sedang aku jalani ini. Di dalam hari-hari yang telah aku jalani ini aku melihat besarnya anugerah-Mu karena Engkau rela memperhatikan diriku yang terbatas ini dengan kasih-Mu yang tidak terbatas. Tuhan, ajarlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu, yaitu rela mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan hidup untuk menjadi berkat bagi orang lain. Dengan demikian aku dapat hidup di dalam kebebasan yang sehat, yaitu hidup di dalam kebebasan yang dikendalikan oleh hati nurani yang sehat.

Memasuki hari pertama di bulan kelima di tahun ini aku kembali menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Bentuklah diriku dengan firman dan Roh-Mu agar hati nuraniku semakin murni serta berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku di hari-hari yang ada di hadapanku agar aku selalu berjalan bersama dengan diri-Mu. Tuntunlah hidupku dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Jadikan diriku saluran berkat-Mu bagi sesamaku dan tolonglah aku agar senantiasa hidup memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang telah rela merendahkan diri-Nya menjadi seorang hamba demi menyelamatkan umat manusia aku berdoa, amin.

Waktu Teduh
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

Leksionari untuk Hari Ini

1Korintus 9
Mazmur 120
1Samuel 5-7

Tidak ada komentar:

Asas Kepercayaan Kami

Asas kepercayaan yang berikut merupakan dasar teologia kehidupan dan pelayanan Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City:

1. Alkitab adalah Firman Allah yang telah diilhamkan kepada manusia dan menjadi satu-satunya pedoman iman, moral, dan rohani untuk seluruh warga Gereja.

2. Allah yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi adalah Esa dan Tritunggal, yaitu: Bapa, Anak, Roh Kudus.

3. Allah Anak, adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia seutuhnya, yaitu Yesus Kristus. Ia adalah satu-satunya Juru Selamat manusia. Dengan perantaraan-Nya manusia dapat langsung datang kepada Allah.

4. Allah Roh Kudus adalah Allah. Ia memanggil orang untuk percaya, mendiami, membaptiskan, memeteraikan, memberi karunia rohani, memenuhi, dan memperlengkapi setiap orang percaya untuk melanjutkan pelayanan Kristus melalui jemaat-Nya.

5. Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk bersekutu dengan Allah tetapi telah mendurhakai Allah dan jatuh ke dalam dosa.

6. Keselamatan adalah karya Allah yang dilakukan-Nya untuk manusia. Keselamatan itu hanya diperoleh melalui pertobatan dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, atas dasar anugerah Allah.

7. Gereja setempat adalah persekutuan orang-orang percaya yang telah dibaptiskan untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus. Gereja universal terdiri atas semua orang yang telah bertobat serta mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Gereja Baptis Indonesia Golden Boulevard, BSD City bersifat otonom dan berpemerintahan kongregasional, namun terikat dengan gereja-gereja Baptis Indonesia lainnya di Indonesia. Bentuk ikatan tersebut sebagai anggota dari keluarga besar Gabungan Gereja Baptis Indonesia.

8. Upacara Agung Gereja hanya ada dua macam, yaitu: Baptisan secara selam, dan Perjamuan Tuhan. Kedua upacara tersebut merupakan gambaran simbolis yang penuh dengan makna rohani.

9. Gereja dan Negara berkedudukan dan bertugas sendiri-sendiri, tetapi keduanya bekerja sama dengan selaras dan seimbang dalam membentuk manusia seutuhnya.

10. Pada hari akhir zaman Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali.